HUT ke-79 TNI, RS Ciremai Adakan Giat Bhakti Kesehatan

Dalam rangka HUT ke-79 TNI, Rumah Sakit Tk. III Ciremai Denkesyah 03.04.03 Cirebon mengadakan kegiatan Bakti Kesehatan pada Minggu (22/9) lalu. Serentak secara nasional, Bakti Kesehatan dalam rangka HUT ke-79 TNI ini dilaksanakan oleh tiga matra. Tiga matra TNI tersebut yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Dalam acara tersebut telah dilaksanakan beberapa pemeriksaan di antaranya, Pengobatan Umum yang berjumlah 118 peserta, Pengobatan Gigi yang berjumlah 44 orang, Donor Darah yang berjumlah 140 orang, Khitanan yang berjumlah 30 orang, Operasi Bibir Sumbing yang berjumlah 3 orang dan Operasi Katarak yang berjumlah 22 orang. Baca juga: Tips Mengingat untuk Kamu Si Pelupa Sasaran dari peserta Bhakti Kesehatan dan rangka HUT ke-79 TNI tersebut yakni wilayah kerja Korem 063/SGJ. Pada kesempatan tersebut telah hadir juga Darem 063/SGJ, Kaporesta Kabupaten Cirebon, Dandim 0614 Beserta Istri, Dandim 0620 beserta Istri. Selain itu, turut hadir Kapolres Cirebon Kota, Dan Lanal beserta Istri, Dan/ka Satdistan Rem 063/SGJ, Danyon Arhanud 14, Danlanud Sugiri Sukani, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 063/SGJ beserta pengurus, Veteran Purn dan juga Warakawuri. Tonton juga: Akankah Cacar Monyet menjadi Pandemi seperti Covid-19? Selain Bhakti Kesehatan, dilaksanakan juga pembagian bingkisan sembako kepada para veteran dan warakawuri yang bertempat di Gedung Manejemen Lt 2 RS Ciremai. Tak hanya itu, dilaksanakan juga video conference tingkat nasional yang terpusat dari Monumen Nasional Jakarta.

Penghargaan Kasad: RS Ciremai Unit dengan Pelayanan Prima

RS Ciremai - Rumah Sakit Tk. III Ciremai menerima Piagam Penghargaan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) sebagai Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori "Pelayanan Prima" tahun 2023 dalam acara Rapat Pimpinan TNI Angkatan Darat Tahun 2024 yang diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta pada Kamis (29/2/2024) kemarin. Penghargaan Kasad tersebut diberikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc kepada Kepala Rumah Sakit Tk. III Ciremai Letkol Ckm dr. Muchlas Fahmi, Sp.OG. Dengan penghargaan ini, RS Ciremai berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan yang prima untuk seluruh masyarakat.

IGD Maternal RS Ciremai Raih Predikat “Sangat Baik”

RS Ciremai - Sebagai wujud nyata dalam meningkatkan pelayanan Rumah Sakit Ciremai khususnya dalam pelayanan IGD Maternal, perlu adanya Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebagai bentuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai penerima pelayanan kesehatan. Laporan Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) pelayanan IGD Maternal Rumah Sakit TK.III 03.06.01 Ciremai dalam Triwulan IV / Semester II / Tahun 2023 memperoleh nilai 89,38 (Sangat Baik) untuk lebih jelas silahkan simak informasi pada postingan di atas. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) ini akan dapat menjadi bahan penilaian terhadap unsur pelayanan yang masih perlu perbaikan dan menjadi pendorong layanan IGD Maternal Rumah Sakit TK.III 03.06.01 Ciremai untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Terima kasih atas penilaian Anda, sebab penilaian yang Anda berikan sangat berguna bagi perbaikan kualitas kami.  

Kunjungan Kerja Kakesdam III/Slw di Denkesyah Cirebon dan RS Ciremai

RS Ciremai - Denkesyah Cirebon & Rumah Sakit Tk III Ciremai menerima Kunjungan kerja Kakesdam III/Slw Kolonel Ckm dr. M. Muad Marzuki, Sp.PD., M.M.R.S. beserta ibu (Ketua Persit KCK Ranting 5 Kes Cab IV PD III/Slw pada Selasa (16/01) lalu. Kedatangan Kakesdam III/Slw beserta rombongan disambut langsung oleh Dandenkesyah 03.04.03 Cirebon beserta Ibu (Ketua Persit KCK AR 5( Denkesyah Cirebon). Dalam giat kunjungan kerja kali ini, Kakesdam III/Slw memberikan pesan, baik kepada pejabat dan staf Denkesyah Cirebon maupun Rumah Sakit Tk. III Ciremai dalam acara Jam Kakesdam yang diadakan di Gedung Manajemen lantai 2. Setelah melakukan Jam Kakesdam, Kakesdam III/Slw beserta rombongan melakukan hospital tour bersama para pejabat Denkesyah Cirebon dan Rumah Sakit Tk. III Ciremai. Hospital tour dilakukan guna melihat fasilitas pelayanan kesehatan milik TNI AD yang berada di lingkungan Kesdam III/Slw. Sementara Kakesdam III/Slw melakukan hospital tour, Ibu Muad beserta rombongan Persit KCK Ranting Cab IV PD III/Slw dan Persit KCK AR 5( melakukan city tour mengunjungi tempat ikonik dan berserjarah di kota yang mendapat julukan Kota Udang ini.

Giat KB Gratis di RS Ciremai Dalam Rangka Hari Ibu

RS Ciremai – Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3APPKB) Kota Cirebon mengadakan giat KB Gratis pada Senin (27/11). Kegiatan yang bertajuk Bhakti Sosial Pelayanan KB MKJP tersebut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Cirebon dan Rumah Sakit Tk. III Ciremai. Tema yang diusung pada kegiatan kali ini adalah “Dengan Ber-KB, Ibu Sehat, Keluarga Sejahtera, Indonesia Maju.”

Antusiasme dari peserta giat KB Gratis di Rumah Sakit Tk. III Ciremai sangat luar biasa. Terlihat peserta mengantre berbondong-bondong untuk mendapatkan pelayanan KB. Dalam kegiatan ini, pihak panitia menyediakan empat KB yang bisa peserta pilih, yakni IUD (Intra Uterine Device), Implant, MOW (Metoda Operasi Wanita), dan MOP (Metode Operasi Pria).

Sebelum dilakukan tindakan KB, peserta melakukan screening kesehatan terlebih dahulu dan diberikan edukasi terkait KB yang akan dipakai. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan keamanan dan supaya peserta tidak salah memilih tipe KB yang diinginkan. Setelah itu, peserta akan dipanggil masuk ke ruangan untuk dilakukan pemasangan KB oleh bidan Rumah Sakit Tk. III Ciremai.

Evita Rosa, salah satu peserta asal Dukuh Semar mengungkapkan ia nyaman melakukan KB di Rumah Sakit Tk. III Ciremai, pelayanannya baik, bidan dan petugas lainnya pun ramah. Sehingga tidak ada rasa takut dan tenang. “Tadinya takut, tapi sekarang (ketika hendak KB) udah nggak (takut). Pelayanannya baik, bidannya baik, ramah semua. Informasi tentang KB juga jelas dan lengkap,” ungkapnya.

Evita berharap Rumah Sakit Tk. III Ciremai lebih maju lagi dan sering mengadakan bakti sosial, khususnya bakti sosial untuk kaum wanita. “Saya berharap RS Ciremai bisa lebih maju dan sering adain acara bakti sosial untuk para ibu supaya lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit,” pungkasnya.

Tips Mengingat untuk Kamu Si Pelupa

RS Ciremai - Siapa di sini yang merasa usia masih muda namun memiliki ingatan seperti usia renta? Teman, sahabat, saudara, atau bahkan Sahabat Ciremai sendiri? Jika seperti itu, Sahabat Ciremai menemukan artikel yang tepat. Tips mengingat berikut ini akan bantu kamu mengingat lebih mudah. Daya ingat yang kuat merupakan suatu kemampuan yang sangat luar biasa. Bahkan tak jarang orang melakukan berbagai cara untuk bisa memiliki kemampuan daya ingat yang kuat dan panjang seperti gajah. Mulai dari membayar pelatihan, mengonsumsi beragam vitamin, dan sebagainya. Namun tahukah kamu, bahwa kita bisa mengingat beragam informasi dengan cara-cara berikut ini. Sebelum masuk ke inti pembahasan, Sahabat Ciremai perlu mengetahui alasan kamu perlu mengingat

4 Alasan Kita Perlu Mengingat

  • Mampu Melatih Otak
Otakmu sama seperti otot dan melatih ingatan merupakan bentuk latihan. Dari latihan tersebut, akan membuat otakmu sehat dan menjadi lebih cepat. Sehingga risiko amnesia dan demensia dapat dikurangi.
  • Belajar Lebih Cepat
Otakmu tidak sama seperti sebuah kotak penyimpanan, tetapi lebih menyerupai otot. Semakin banyak Sahabat Ciremai gunakan untuk mengingat, maka semakin banyak pula kamu dapat menyimpan pemikiran baru. Itulah mengapa pelayan restoran pada zaman dulu tidak menulis pesanan di atas kertas. Sebab mereka sudah terbiasa mengingat pesanan para pelanggan.
  • Berpikir Lebih Baik
Sahabat Ciremai hanya dapat berpikir dengan menghubungkan ingatan-ingatan yang sudah ada di otakmu. Semakin baik kamu mengingat informasi, maka akan semakin baik pula cara berpikirmu.
  • Menjadi Ahli di Suatu Bidang
Mengingat sama seperti membuat sebuah alur cerita drama di dalam pikiran atau yang biasa disebut dengan theatre of mind. Maka dari itu, untuk menjadi ahli di suatu bidang kamu perlu ‘memberi makan’ otakmu dengan berbagai pengetahuan yang sudah kamu punya. Lantas, bagaimana cara untuk memiliki kemampuan mengingat yang baik? Berikut ini adalah cara yang dapat kamu lakukan untuk mendapatkan ingatan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya:

3 Cara Dapatkan Ingatan yang Baik

  • Active Learning
Hal pertama yang dapat kamu lakukan adalah dengan cara menuliskan informasi tersebut atau membacakannya secara berulang-ulang. Itu sama seperti saat kita duduk di bangku sekolah dasar ketika mendapatkan tugas untuk menghafal tabel perkalian. Kita menghafalnya dengan cara membacakan tabel perkalian tersebut dan juga menuliskannya di atas kertas sampai kita hafal dengan baik.
  • Hubungkan dengan Semua Hal yang Kamu Tahu
Ketika kamu ingin mengingat suatu hal yang baru, kamu dapat menghubungkannya dengan hal-hal yang sudah kamu ketahui. Misalnya,
  • Mengingat dengan Bantuan Pengindera
Mengingat juga dapat menggunakan indera yang kita miliki, lho. Ketika sedang belajar, kita dapat melakukannya sembari mendengarkan musik, mengunyah permen karet, atau mencium wewangian. Dengan begitu, kita akan lebih nyaman belajar dan lebih mudah mengingat ketika kita turut menggunakan indera yang kita punya. Ketika belajar sembari mendengarkan musik, maka kita turut menggunakan indera pendengaran. Ketika belajar sembari mengunyah permen karet, maka kita turut menggunakan indera pengecap (lidah dan mulut). Dan ketika kita belajar sembari mencium wewangian, maka kita turut menggunakan indera penciuman. Itu dia tips mengingat untuk kamu yang pelupa yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Tanpa mengeluarkan biaya yang besar, kamu dapat mulai meningkatkan daya ingatmu mulai dari sekarang. Jangan lupa untuk simpan informasi bermanfaat ini dan sebarkan ke orang-orang di sekitarmu, ya!

Persiapan Personil PPPK: Pembekalan hingga Pelatihan Dasar

RS Ciremai - Rumah Sakit Tk. III Ciremai mengadakan persiapan berupa pembekalan dan pelatihan Peraturan Militer Dasar (Permildas) untuk personil Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada hari ini, Senin (13/11). Kegiatan ini dibuka dengan upacara penerimaan yang dipimpin langsung oleh Komandan Denkesyah 03.04.03 Cirebon, Letkol Ckm. dr. Ridwan Dwi Saputro, Sp.B (K) Onk. Setelah mengikuti upacara pembukaan di Lapangan Madenkesyah, personil PPPK mengikuti rangkaian persiapan dengan dibekali materi mengenai Permildas seperti PBB, PPM, PUDD, dan PDG. Tak hanya itu, personil juga dibekali materi seputar administrasi umum di lingkungan TNI Angkatan Darat. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman agar nantinya ketika sudah melaksanakan tugas, personil tidak buta peraturan dan administrasi umum. Kegiatan pembekalan ini akan berlangsung selama lima hari, yakni mulai dari tanggal 13 sampai 17 November 2023. Rangkaian kegiatan pembekalan akan diisi materi yang berbeda di setiap harinya sesuai dengan kebutuhan personil baru PPPK di Madenkesyah 03.04.03 Cirebon. Melansir dari laman CNBC Indonesia, PPPK adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang direkrut berdasarkan Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

PPPK juga Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah memenuhi syarat tertentu sebelum diangkat menjadi pegawai pemerintah.

Sosialisasi Mobile JKN Kepada Pasien Rajal di RS Ciremai

RS Ciremai Rumah Sakit Tk. III Ciremai adakan sosialisasi kepada pasien rawat jalan pada Selasa (7/11). Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama pengunjung Rumah Sakit Tk. III Ciremai terkait aplikasi Mobile JKN. Kegiatan sosialisasi tadi pagi berlangsung sangat antusias. Terlihat banyak pengunjung Poliklinik Rawat Jalan yang bertanya kepada staff Rumah Sakit Tk. III Ciremai seputar aplikasi Mobile JKN. Mulai dari cara mendaftar hingga cara berpindah fasilitas kesehatan tingkat pertama melalui satu aplikasi ini. Perlu diketahui bahwa aplikasi Mobile JKN merupakan aplikasi yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan guna meningkatkan pelayanan terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Aplikasi besutan BPJS Kesehatan tersebut hadir sebagai transformasi kegiatan administratif di kantor ke dalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan oleh peserta dimana dan kapan pun tanpa terbatas waktu alias self service. Untuk menggunakan aplikasi ini cara dan syaratnya sangat mudah. Pengguna hanya perlu mengunduh aplikasinya melalui Google Play Store atau Apple Store. Aplikasi ini dapat berjalan untuk smartphone yang menggunakan sistem Android versi 4.0 dan sistem iOS 10 ke atas. Dengan adanya aplikasi M-JKN ini, diharapkan seluruh masyarakat peserta BPJS Kesehatan mendapatkan beragam kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan di seluruh Indonesia. Diharapkan tak ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan layanan dan informasi kesehatan di era digital seperti saat ini.

Cara Menghitung BMI Ternyata Segampang Ini!

RS Ciremai - Berat badan yang ideal merupakan impian setiap orang. Untuk mencapai berat badan yang ideal itu kita perlu mengetahui cara menghitung Indeks Massa Tubuh atau yang dikenal dengan BMI. Lantas, apa itu BMI dan bagaimana rumus menghitung BMI yang benar?

Apa itu BMI?

BMI atau Body Mass Index merupakan indikator yang digunakan sebagai penentu massa tubuh kita ideal atau tidak. Dengan BMI ini, Sahabat Ciremai bisa mengetahui kategori berat badan, yakni kurus, normal, berat berlebih, atau bahkan obesitas. WHO (World Health Organization) mengatakan, hasil BMI yang tidak ideal akan meningkatkan risiko beberapa penyakit. Maka dari itu Sahabat Ciremai perlu mengetahui cara menghitung BMI guna mencegah atau meminimalkan kenaikan atau penurunan berat badan. Penghitungan BMI ini dikembangkan oleh ilmuwan asal Belgia pada zaman Renaisans bernama Lambert Adolphe Jacques Quetelet selama abad ke-19.

Risiko Penyakit yang Ditimbulkan

Adapun risiko penyakit yang dapat timbul apabila berat badan berlebih atau obesitas yang perlu Sahabat Ciremai ketahui sebagai berikut:
  1. Diabetes tipe 2
  2. Penyakit jantung
  3. Stroke
  4. Sleep apnea
  5. Tekanan darah tinggi
  6. Penyakit hati
  7. Penyakit kantung empedu
  8. Kanker
  9. Konplikasi kehamilan
  10. Depresi

Cara Menghitung BMI

Cara menghitung BMI terbagi menjadi dua jenis berdasarkan pengukurannya, yakni pengukuran imperial dan metriks. Pengukuran imperial menggunakan satuan pound untuk berat badan dan inch untuk tinggi badan. Sedangkan pengukuran metriks menggunakan satuan kilogram untuk berat badan dan meter untuk tinggi badan. Sebelum memulai pengukuran BMI, alangkah baiknya Sahabat Ciremai mengetahui tinggi dan berat badanmu terlebih dahulu. Jika belum mengetahui, Sahabat Ciremai bisa melakukan pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan. Berikut ini adalah cara menghitung BMI menggunakan pengukuran imperial dan matriks.
  • Pengukuran Imperial
Pengukuran imperial menggunakan pound (berat badan) dan inch (tinggi badan) karena pengukuran jenis ini lebih sering digunakan di Amerika Serikat. Sahabat Ciremai dapat menghitung BMI menggunakan pengukuran imperial dengan rumus berat badan (pound) dikalikan dengan tinggi badan (inch) kuadrat, kemudian dikalikan dengan faktor konversi (703). Rumus: [{berat badan (pound) : (tinggi badan(inci)) kuadrat)} x 703] atau [{berat badan (pound) : (tinggi badan(inci) x tinggi badan(inci))} x 703]
  • Pengukuran Matriks
Sedangkan pengukuran matriks sering digunakan di Indonesia. Pengukuran jenis ini menggunakan satuan kilogram (berat badan) dan meter (tinggi badan). Sahabat Ciremai pat menghitung BMI menggunakan pengukuran matriks dengan rumus sebagai berikut. Rumus [berat badan (kg) : (tinggi badan(m))kuadrat] atau [berat badan (kg) : (tinggi badan (m) x tinggi badan (m))]

Kategori BMI

Berdasarkan WHO, kategori berat badan ideal untuk orang dewasa, baik pria maupun wanita, berdasarkan Indeks Massa Tubuh (BMI) dapat dikelompokkan sebagai berikut:
  • Jika BMI kurang dari 18,5, itu menunjukkan berat badan yang kurang.
  • Jika BMI berada dalam rentang 18,5 hingga 24,9, itu menunjukkan berat badan normal.
  • Jika BMI berada dalam rentang 25 hingga 29,9, itu menunjukkan kelebihan berat badan.
  • Jika BMI melebihi 30, itu menunjukkan obesitas.

Cacar Monyet di Indonesia Meningkat, Waspadai Hal-Hal Berikut ini

RS Ciremai - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan kasus cacar monyet di Indonsia terus mengalami peningkatan. Lantas, apakah itu cacar monyet dan apa yang menjadi pembeda dengan cacar biasa?

Mengenal Cacar Monyet

Melansir dari laman Litbang Kementerian Kesehatan, cacar monyet adalah penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus ini termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae. Genus ini juga termasuk virus variola (penyebab cacar), virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar), dan virus cacar sapi.

Awal Mula Penyakit Monkeypox

Pertama kali ditemukan pada tahun 1958, penyakit ini menyerang koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian. Maka dari itu penyakit ini disebut sebagai cacar monyet atau monkeypox. Tercatat pada tahun 1970 merupakan kali pertama penyakit ini mengingeksi manusia di Republik Demokratik Kongo. Sejak saat itu, monkeypox terus menyebar dan menginfeksi orang-orang di beberapa negara Afrika Tengah dan Barat, seperti Kamerun, Republik Afrika Tengah, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, dan Sierra Leone.

Proses Penularan Monkeypox

Virus Monkeypox dapat menular melalui berbagai macam cara. Berikut ini beberapa cara penularan monkeypox yang perlu Sahabat Ciremai ketahui:
  1. Seseorang bersentuhan dengan virus dari hewan yang terinfeksi atau bahan yang terkontaminasi virus.
  2. Menular melewati plasenta dari ibu hamil ke janin.
  3. Tergigit atau tercakar hewan yang terinfeksi.
  4. Menggunakan produk yang terbuat dari hewan yang terinfeksi.
  5. Kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi atau dengan bahan yang telah menyentuh cairan tubuh yang terinfeksi.
  6. Kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh penderita.
  7. Droplet pernapasan ketika melakukan kontak langsung dengan penderita.

Perbedaan Cacar Air dengan Cacar Monyet

Gejala mokeypox pada manusia mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan. Perbedaan utamanya adalah monkeypox dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati, sedangkan cacar air tidak. Berikut ini adalah gejala dan tanda monkeypox yang perlu Sahabat Ciremai ketahui. Jika Sahabat Ciremai atau orang di sekitar mengalami gejala yang sama, harap periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan sejak dini.
  1. Sakit kepala.
  2. Demam melebihi 38,5 °C.
  3. Pembesaran kelenjar getah bening atau limfadenopati.
  4. Nyeri otot atau myalgia.
  5. Sakit punggung.
  6. Tubuh menjadi lemah atau asthenia.
  7. Muncul benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh atau lesi cacar.

Pencegahan Penyakit Monkeypox

Meskipun penyakit ini menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang terinfeksi, namun penyakit ini dapat dicegah, yang meliputi:
  1. Hindari kontak dengan hewan yang terinfksi virus, termasuk hewan yang sakit atau ditemukan mati di daerah monkeypox terjadi.
  2. Hindari kontak dengan bahan apa pun yang telah bersentuhan dengan hewan yang sakit, seperti tempat tidur ataupun bahan lainnya.
  3. Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang sehat dengan kemungkinan berisiko terinfeksi.
  4. Cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
  5. Gunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi.
  6. Memasak daging secara benar dan matang.