RS Ciremai – Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3APPKB) Kota Cirebon mengadakan giat KB Gratis pada Senin (27/11). Kegiatan yang bertajuk Bhakti Sosial Pelayanan KB MKJP tersebut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Cirebon dan Rumah Sakit Tk. III Ciremai. Tema yang diusung pada kegiatan kali ini adalah “Dengan Ber-KB, Ibu Sehat, Keluarga Sejahtera, Indonesia Maju.”

Antusiasme dari peserta giat KB Gratis di Rumah Sakit Tk. III Ciremai sangat luar biasa. Terlihat peserta mengantre berbondong-bondong untuk mendapatkan pelayanan KB. Dalam kegiatan ini, pihak panitia menyediakan empat KB yang bisa peserta pilih, yakni IUD (Intra Uterine Device), Implant, MOW (Metoda Operasi Wanita), dan MOP (Metode Operasi Pria).

Sebelum dilakukan tindakan KB, peserta melakukan screening kesehatan terlebih dahulu dan diberikan edukasi terkait KB yang akan dipakai. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan keamanan dan supaya peserta tidak salah memilih tipe KB yang diinginkan. Setelah itu, peserta akan dipanggil masuk ke ruangan untuk dilakukan pemasangan KB oleh bidan Rumah Sakit Tk. III Ciremai.

Evita Rosa, salah satu peserta asal Dukuh Semar mengungkapkan ia nyaman melakukan KB di Rumah Sakit Tk. III Ciremai, pelayanannya baik, bidan dan petugas lainnya pun ramah. Sehingga tidak ada rasa takut dan tenang. “Tadinya takut, tapi sekarang (ketika hendak KB) udah nggak (takut). Pelayanannya baik, bidannya baik, ramah semua. Informasi tentang KB juga jelas dan lengkap,” ungkapnya.

Evita berharap Rumah Sakit Tk. III Ciremai lebih maju lagi dan sering mengadakan bakti sosial, khususnya bakti sosial untuk kaum wanita. “Saya berharap RS Ciremai bisa lebih maju dan sering adain acara bakti sosial untuk para ibu supaya lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit,” pungkasnya.

Giat KB Gratis di RS Ciremai Dalam Rangka Hari Ibu

RS Ciremai – Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3APPKB) Kota Cirebon mengadakan giat KB Gratis pada Senin (27/11). Kegiatan yang bertajuk Bhakti Sosial Pelayanan KB MKJP tersebut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Cirebon dan Rumah Sakit Tk. III Ciremai. Tema yang diusung pada kegiatan kali ini adalah “Dengan Ber-KB, Ibu Sehat, Keluarga Sejahtera, Indonesia Maju.”

Antusiasme dari peserta giat KB Gratis di Rumah Sakit Tk. III Ciremai sangat luar biasa. Terlihat peserta mengantre berbondong-bondong untuk mendapatkan pelayanan KB. Dalam kegiatan ini, pihak panitia menyediakan empat KB yang bisa peserta pilih, yakni IUD (Intra Uterine Device), Implant, MOW (Metoda Operasi Wanita), dan MOP (Metode Operasi Pria).

Sebelum dilakukan tindakan KB, peserta melakukan screening kesehatan terlebih dahulu dan diberikan edukasi terkait KB yang akan dipakai. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan keamanan dan supaya peserta tidak salah memilih tipe KB yang diinginkan. Setelah itu, peserta akan dipanggil masuk ke ruangan untuk dilakukan pemasangan KB oleh bidan Rumah Sakit Tk. III Ciremai.

Evita Rosa, salah satu peserta asal Dukuh Semar mengungkapkan ia nyaman melakukan KB di Rumah Sakit Tk. III Ciremai, pelayanannya baik, bidan dan petugas lainnya pun ramah. Sehingga tidak ada rasa takut dan tenang. “Tadinya takut, tapi sekarang (ketika hendak KB) udah nggak (takut). Pelayanannya baik, bidannya baik, ramah semua. Informasi tentang KB juga jelas dan lengkap,” ungkapnya.

Evita berharap Rumah Sakit Tk. III Ciremai lebih maju lagi dan sering mengadakan bakti sosial, khususnya bakti sosial untuk kaum wanita. “Saya berharap RS Ciremai bisa lebih maju dan sering adain acara bakti sosial untuk para ibu supaya lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit,” pungkasnya.

Diare pada Bayi: Pengertian, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

RS Ciremai - Diare tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, tetapi pada anak-anak, bahkan bayi pun bisa terjadi, lho. Dapat dikatakan diare ketika bayi buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari dan fesesnya berbentuk cair. Kasus diare akut biasanya terjadi tidak lebih dari 14 hari, sedangkan pada kasus diare kronis berlanjut hingga lebih dari 14 hari. Beberapa dampak diare pun bisa mengancam sang bayi. Mulai dari kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), sampai malnutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan bayi. Jika diare tidak segera ditangani, maka akan menyebabkan bayi kekurangan gizi. Penyebab diare pada bayi bisa beragam. Berikut ini beberapa penyebab yang wajib Sahabat Ciremai ketahui.
Baca juga: Dapatkan Layanan Terbaik, Istri Pengasuh Ponpes di Buntet Mengaku Puas dengan RS Ciremai

Penyebab Diare Bayi

Diare pada bayi yang berusia 0 sampai 24 bulan acapkali disebabkan oleh infeksi virus dan dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu kurang dari satu minggu. Meskipun begitu, diare juga bisa dipicu oleh faktor-faktor lain, seperti mungkin terdapatnya makanan pendamping ASI yang tidak sesuai dengan bayi. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, berikut adalah berbagai pemicu diare pada bayi yang sebaiknya dikenal oleh Sahabat Ciremai yang telah menjadi orang tua:
Baca juga: Arti Warna Lidah Berikut Cirikan Kondisi Kesehatanmu
  1. Alergi makanan
  2. Susu bayi yang tidak cocok
  3. Infeksi virus
  4. Infeksi bakteri atau parasit
  5. Intoleransi gula
  6. Intoleransi laktosa

Gejala yang Wajib Diketahui

Meskipun bayi sering mengeluarkan feses yang lebih cair, hal ini tidak selalu menjadi perhatian khusus orang tua. Namun, jika ada peningkatan intensitas feses yang encer, terutama jika disertai dengan demam, itu bisa mengindikasikan diare pada bayi dan anak kecil. Gejala lain yang perlu diwaspadai mencakup:
  1. Rasa sakit di perut atau kram
  2. Mual
  3. Dehidrasi
  4. Perut bayi berbunyi atau frekuensi kentut yang tinggi
  5. Feses berwarna kuning dengan tekstur yang mirip selai kacang
  6. Peningkatan frekuensi buang air besar
  7. Adanya lendir, darah, atau aroma yang tidak sedap pada tinja
  8. Adanya rasa sakit atau demam

Cara Pencegahan

Pencegahan diare pada bayi sangat penting karena diare bisa berbahaya bagi bayi yang masih rentan. Berikut beberapa cara pencegahan diare pada bayi:
  1. ASI Eksklusif: Memberikan ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah diare pada bayi. ASI mengandung antibodi dan nutrisi penting yang dapat meningkatkan sistem kekebalan bayi.
  2. Kebersihan Tangan: Pastikan Anda dan semua yang merawat bayi selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh bayi atau menyiapkan makanan dan minuman bayi.
  3. Botol Susu dan Dot Bersih: Pastikan botol susu dan dot selalu dalam kondisi bersih sebelum digunakan. Cuci dengan air panas dan sabun, dan sterilkan secara teratur.
  4. Sterilisasi Peralatan: Sterilisasi peralatan bayi seperti botol susu, dot, dan pompa ASI secara teratur untuk menghindari infeksi yang dapat menyebabkan diare.
  5. Makanan Pendamping: Saat bayi mulai makan makanan pendamping (MPASI), pastikan makanan tersebut sudah matang sempurna dan bersih. Hindari memberikan makanan mentah atau setengah matang.
  6. Air Bersih: Pastikan air yang digunakan untuk minum dan mencuci peralatan bayi adalah air bersih dan aman untuk diminum. Jika Anda ragu tentang keamanan air di daerah Anda, pertimbangkan untuk menggunakan air yang telah direbus atau air minum kemasan.
  7. Hindari Paparan Kuman: Hindari membawa bayi ke tempat-tempat yang berisiko tinggi terpapar kuman, seperti tempat-tempat umum yang kotor atau berisiko tinggi penularan penyakit.
  8. Cek Kebersihan Lingkungan: Pastikan lingkungan di sekitar bayi, seperti tempat tidur dan mainan, juga selalu dalam kondisi bersih.
Selalu penting untuk berbicara dengan dokter anak Anda tentang pencegahan diare pada bayi, terutama jika Anda memiliki pertanyaan atau keprihatinan khusus tentang kesehatan bayi Anda. Dokter akan memberikan saran yang sesuai berdasarkan situasi individu bayi Anda.

ASI Eksklusif: Beragam Manfaat untuk Sang Buah Hati

RS Ciremai - ASI Eksklusif sangat diperlukan untuk bayi baru lahir hingga berumur 6 bulan tanpa digantikan oleh makanan dan minuman lain. Dengan pemberian ASI Ekslusif secara optimal, maka sang buah hati mendapatkan beragam manfaat darinya. Perlu Sahabat Ciremai ketahui, ASI Eksklusif merupakan pemberian ASI tanpa tambahan makanan ataupun minuman lain kecuali obat. Banyak nutrisi yang bersifat spesifik di dalam ASI. Kandungan ASI dapat berubah dan berbeda menyesuaikan dengan kebutuhan sang bayi sesuai dengan usianya.

ASI Ekslusif yang diberikan secara optimal selama 6 bulan pertama kehidupan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi untuk tumbuh kembang bayi. Melansir dari laman Kementerian Kesehatan Direktorat Jendral Pelayanan Kesehatan, pada umur 6-8 bulan, sekitar 65% kebutuhan energi seorang bayi masih terpenuhi dari ASI. Umur 9-12 bulan, sekitar 50% kebutuhannya dari ASI dan umur 1-2 tahun hanya sekitar 20% dari ASI.

Baca juga: Raih Penghargaan KB Terlengkap, Rumah Sakit Ciremai Buktikan Kualitas Pelayanan

Tak hanya itu, banyak manfaat lainnya yang bisa sang bayi dapatkan dari pemberian ASI Ekslusif. Untuk para Mommy, yuk simak manfaat lain dari ASI Ekslusif untuk sang buah hati!

1. Perkuat Sistem Kekebalan Tubuh

ASI mengandung antibodi, enzim, dan sel-sel kekebalan yang membantu melindungi bayi dari infeksi dan penyakit. ASI eksklusif dapat mengurangi risiko bayi terkena infeksi saluran pernapasan, diare, alergi, dan penyakit autoimun pada masa awal kehidupannya. Ini memberikan perlindungan yang kuat pada saat sistem kekebalan bayi masih berkembang.

Baca juga: 5+ Tips Jaga Kesehatan Tubuh Hadapi Angin Kumbang

2. Jalin Ikatan yang Kuat antara Ibu dan Bayi

Proses menyusui membangun ikatan emosional antara ibu dan bayi. Sentuhan fisik, kontak mata, dan interaksi selama menyusui dapat meningkatkan rasa aman dan kesejahteraan psikologis pada kedua belah pihak. Hal ini berdampak positif pada perkembangan sosial dan emosional anak.

3. Optimalkan Kecerdasan Bayi

Kandungan nutrisi yang terdapat dalam ASI membantu membangun struktur otak dan mengoptimalkan fungsi kognitif bayi. Beberapa penelitian bahkan telah menunjukkan bahwa anak-anak yang diberi ASI eksklusif memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik dalam jangka panjang.

4. Optimalkan Tumbuh Kembang Bayi

ASI memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal pada bayi. Nutrisi yang terkandung dalam ASI memberikan dukungan khusus untuk perkembangan fisik, mental, dan emosional bayi selama fase pertumbuhan awal mereka.

Baca juga: Puas dengan RS Ciremai, Ini Kata Istri Pengasuh Ponpes Buntet

5. Bantu Bayi Capai Berat Badan Ideal

ASI secara alami mengandung nutrisi dalam proporsi yang tepat, yang membantu mengatur berat badan bayi. Berbeda dengan susu formula yang memiliki kandungan nutrisi yang statis, ASI dapat beradaptasi dengan kebutuhan pertumbuhan bayi. Ini membantu mencegah risiko obesitas pada masa anak-anak dan masa dewasa.