Ketindihan Saat Tidur, Yuk Intip Penjelasan Medisnya!

RS Ciremai - Ketindihan alias erep-erep merupakan hal yang bisa terjadi pada siapapun tanpa mengenal gender dan usia. Baik laki-laki maupun perempuan, baik muda maupun tua, pasti pernah merasakan ketindihan. Manusia mengalami ketindihan setidaknya satu kali dalam seumur hidup. Dari mitos yang beredar di masyarakat dari dulu hingga kini, konon katanya, erep-erep terjadi karena ketindihan makhluk halus ketika kita tidur. Namun pada kenyataannya tidak seperti itu, ya, Sahabat Ciremai. Fenomena erep-erep bisa dijelaskan secara medis dan pastinya bukan karena ketindihan makhluk halus. Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

Fase NREM dan REM

Tahukah kamu, saat kita tidur, tubuh kita akan mengalami fase yang disebut NREM (Non-Rapid Eye Movement) dan REM (Rapid Eye Movement). Saat fase NREM terjadi, tubuh menjadi rileks karena sedang memulihkan diri. Selanjutnya, tubuh masuk ke fase REM, yaitu fase saat kita bermimpi dan otot tubuh menjadi tidak aktif.

Ketindihan Terjadi Saat Sadar Sebelum Selesai Fase REM

Ketika kita sadar sebelum fase tidur REM selesai, tubuh kita akan berada pada kondisi setengah tidur dan setengah sadar. Oleh karena itu, terjadi sensasi "ketindihan" yang membuat tubuh menjadi kaku, kesulitan bernafas, dan kesulitan berbicara yang kita sebut sebagai sleep paralysis.

Ketindihan, Apa Penyebabnya?

Fenomena sleep paralysis tersebut terjadi bukan tanpa penyebab, bukan juga karena hal-hal mistis seperti makhluk halus. Sleep paralysis yang Sahabat Ciremai alami terjadi karena beberapa hal di bawah ini.
  1.  Stress
  2. Gangguan tidur
  3. Konsumsi obat ADHD
  4. Riwayat sleep paralysis dalam keluarga
  5. Konsumsi minuman beralkohol atau berkafein
  6. Kebiasaan merokok

Mencegah Terjadinya Sleep Paralysis

Ketika kita sudah mengetahui penyebabnya, maka kita akan mudah untuk mencegah terjadinya sleep paralysis. Berdasarkan penyebab di atas, berikut ini adalah cara yang bisa Sahabat Ciremai lakukan untuk mencegah terjadinya sleep paralysis.
  1. Hindari Begadang
  2. Minimalkan stress
  3. Posisi tidur yang nyaman
  4. Kurangi minuman berkafein dan beralkohol
  5. Kurangi merokok
Sahabat Ciremai tidak perlu khawatir, sleep paralysis ini hanya terjadi dalam waktu sekitar 2-3 menit. Setelah itu, otak dan tubuh kita akan aktif dan terhubung kembali sehingga Sahabat Ciremai bisa lepas dari fenomena ketindihan.