Diare pada Bayi: Pengertian, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

RS Ciremai - Diare tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, tetapi pada anak-anak, bahkan bayi pun bisa terjadi, lho. Dapat dikatakan diare ketika bayi buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari dan fesesnya berbentuk cair. Kasus diare akut biasanya terjadi tidak lebih dari 14 hari, sedangkan pada kasus diare kronis berlanjut hingga lebih dari 14 hari. Beberapa dampak diare pun bisa mengancam sang bayi. Mulai dari kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), sampai malnutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan bayi. Jika diare tidak segera ditangani, maka akan menyebabkan bayi kekurangan gizi. Penyebab diare pada bayi bisa beragam. Berikut ini beberapa penyebab yang wajib Sahabat Ciremai ketahui.
Baca juga: Dapatkan Layanan Terbaik, Istri Pengasuh Ponpes di Buntet Mengaku Puas dengan RS Ciremai

Penyebab Diare Bayi

Diare pada bayi yang berusia 0 sampai 24 bulan acapkali disebabkan oleh infeksi virus dan dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu kurang dari satu minggu. Meskipun begitu, diare juga bisa dipicu oleh faktor-faktor lain, seperti mungkin terdapatnya makanan pendamping ASI yang tidak sesuai dengan bayi. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, berikut adalah berbagai pemicu diare pada bayi yang sebaiknya dikenal oleh Sahabat Ciremai yang telah menjadi orang tua:
Baca juga: Arti Warna Lidah Berikut Cirikan Kondisi Kesehatanmu
  1. Alergi makanan
  2. Susu bayi yang tidak cocok
  3. Infeksi virus
  4. Infeksi bakteri atau parasit
  5. Intoleransi gula
  6. Intoleransi laktosa

Gejala yang Wajib Diketahui

Meskipun bayi sering mengeluarkan feses yang lebih cair, hal ini tidak selalu menjadi perhatian khusus orang tua. Namun, jika ada peningkatan intensitas feses yang encer, terutama jika disertai dengan demam, itu bisa mengindikasikan diare pada bayi dan anak kecil. Gejala lain yang perlu diwaspadai mencakup:
  1. Rasa sakit di perut atau kram
  2. Mual
  3. Dehidrasi
  4. Perut bayi berbunyi atau frekuensi kentut yang tinggi
  5. Feses berwarna kuning dengan tekstur yang mirip selai kacang
  6. Peningkatan frekuensi buang air besar
  7. Adanya lendir, darah, atau aroma yang tidak sedap pada tinja
  8. Adanya rasa sakit atau demam

Cara Pencegahan

Pencegahan diare pada bayi sangat penting karena diare bisa berbahaya bagi bayi yang masih rentan. Berikut beberapa cara pencegahan diare pada bayi:
  1. ASI Eksklusif: Memberikan ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah diare pada bayi. ASI mengandung antibodi dan nutrisi penting yang dapat meningkatkan sistem kekebalan bayi.
  2. Kebersihan Tangan: Pastikan Anda dan semua yang merawat bayi selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh bayi atau menyiapkan makanan dan minuman bayi.
  3. Botol Susu dan Dot Bersih: Pastikan botol susu dan dot selalu dalam kondisi bersih sebelum digunakan. Cuci dengan air panas dan sabun, dan sterilkan secara teratur.
  4. Sterilisasi Peralatan: Sterilisasi peralatan bayi seperti botol susu, dot, dan pompa ASI secara teratur untuk menghindari infeksi yang dapat menyebabkan diare.
  5. Makanan Pendamping: Saat bayi mulai makan makanan pendamping (MPASI), pastikan makanan tersebut sudah matang sempurna dan bersih. Hindari memberikan makanan mentah atau setengah matang.
  6. Air Bersih: Pastikan air yang digunakan untuk minum dan mencuci peralatan bayi adalah air bersih dan aman untuk diminum. Jika Anda ragu tentang keamanan air di daerah Anda, pertimbangkan untuk menggunakan air yang telah direbus atau air minum kemasan.
  7. Hindari Paparan Kuman: Hindari membawa bayi ke tempat-tempat yang berisiko tinggi terpapar kuman, seperti tempat-tempat umum yang kotor atau berisiko tinggi penularan penyakit.
  8. Cek Kebersihan Lingkungan: Pastikan lingkungan di sekitar bayi, seperti tempat tidur dan mainan, juga selalu dalam kondisi bersih.
Selalu penting untuk berbicara dengan dokter anak Anda tentang pencegahan diare pada bayi, terutama jika Anda memiliki pertanyaan atau keprihatinan khusus tentang kesehatan bayi Anda. Dokter akan memberikan saran yang sesuai berdasarkan situasi individu bayi Anda.