Salam Hangat Sahabat Ciremai,
Untuk Informasi Konsultasi dan Pengaduan, dapat disampaikan melalui akun media sosial resmi rs ciremai yang tertera diatas😊


 

Media Online Konsultasi Pengaduan

Salam Hangat Sahabat Ciremai,
Untuk Informasi Konsultasi dan Pengaduan, dapat disampaikan melalui akun media sosial resmi rs ciremai yang tertera diatas😊


 

Keluarkan Maklumat Pelayanan, RS Ciremai Siap Berikan Pelayanan Terbaik

Demi menjaga mutu pelayanan kesehatan kepada prajurit, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta masyarakat umum di Wilayah KOREM 063/SGJ, maka Rumah Sakit Tingkat III 03.06.01 Ciremai mengeluarkan Maklumat Pelayanan dengann Nomor RS/01/VI/2022 sebagai berikut:

“Dengan ini kami menyatakan sanggup menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan dan apabila tidak menepati janji, kami siap menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.”

Maklumat Pelayanan menyatakan bahwa Rumah Sakit Tk. III 03.06.01 Ciremai siap memberikan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan.
Maklumat Pelayanan menyatakan bahwa Rumah Sakit Tk. III 03.06.01 Ciremai siap memberikan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan.

Maklumat Pelayanan yang dikeluarkan tersebut telah ditandatangani oleh Kepala Rumah Sakit Tingkat III 03.06.01 Ciremai, yakni Letkol Ckm. dr. Muchlas Fahmi, Sp.OG pada 23 Juni 2022 dan siap ditaati oleh pejabat rumah sakit beserta staff di dalamnya. Dengan begitu, Rumah Sakit Tingkat III 03.06.01 siap memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan.

IGD Maternal RS Ciremai Raih Predikat “Sangat Baik”

Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) merupakan kegiatan pengukuran secara komprehensif tentang tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Tk.III 03.06.01 Ciremai selaku penyelenggara pelayanan publik dengan tujuan untuk mengetahui kelemahan atau kekurangan dari masing-masing unsur dalam penyelenggara pelayanan publik dan untuk mengetahui kinerja Rumah Sakit Tk.III 03.06.01 Ciremai yang telah dilaksanakan oleh unit pelayanan publik secara periodik.

Rumah Sakit Tk.III 03.06.01 Ciremai sebagai salah satu penyelenggara pelayanan publik menetapkan dan menerapkan Standar Pelayanan Publik untuk setiap jenis pelayanan. Standar Pelayanan Publik ini yang nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat untuk masing-masing pelayanan publik yang diselenggaranan oleh Rumah Sakit Tk.III 03.06.01 Ciremai.

Rumah Sakit Tk.III Ciremai raih predikat "Sangat Baik" dengan nilai SKM sebesar 88,37 persen.
IGD Maternal Rumah Sakit Tk.III Ciremai raih predikat “Sangat Baik” dengan nilai IKM sebesar 88,37 persen.

 

Berdasarkan hasil analisa pada hasil pengukuran Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Publik IGD Maternal Rumah Sakit Tk.III 03.06.01 Ciremai selama periode survei 1 Januari 2023 s.d 31 Maret 2023 dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum kualitas unsur pelayanan publik IGD Maternal Rumah Sakit Tk.III 03.06.01 Ciremai dipersepsikan Sangat Baik dengan Indeks Kepuasan Masyarakat 88,37.

Peringatan Hari Kesehatan Dunia 75

Peringatan Hari Kesehatan Dunia 75

Peringatan Hari Kesehatan Dunia 75

7 April 2023 Hari Kesehatan Dunia 
World Health Organization (WHO) tahun ini mengusung tema #Health for All# atau Sehat untuk Semua. merupakan momentum melihat kembali keberhasilan kesehatan masyarakat yang telah meningkatkan kualitas hidup selama tujuh dekade terakhir. Ini juga merupakan kesempatan memotivasi tindakan untuk mengatasi tantangan kesehatan hari ini dan di masa depan.
Terdapat beberapa pesan utama dari tema ini:
  1. Health for All menggambarkan bahwa semua orang memiliki kesehatan yang baik untuk kehidupan yang lebih baik di dunia yang damai, sejahtera, dan berkelanjutan.
  2. Hak atas kesehatan adalah hak asasi manusia.
  3. 30% dari populasi global tidak dapat mengakses layanan kesehatan penting.
  4. Hampir dua miliar orang menghadapi bencana atau mengeluarkan biaya kesehatan yang memiskinkan, dengan ketidak setaraan yang signifikan mempengaruhi mereka yang berada di lingkungan yang paling rentan.
  5. Cakupan kesehatan universal (UHC) menawarkan perlindungan finansial dan akses ke layanan penting yang berkualitas, mengangkat orang keluar dari kemiskinan, mempromosikan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, melindungi krisis kesehatan masyarakat, dan menggerakan menuju #HealthForAll.
  6. Bukti menunjukkan bahwa sistem kesehatan yang didukung oleh pendekatan perawatan kesehatan primer (PHC) adalah cara yang paling efektif dan hemat biaya untuk membawa layanan kesehatan dan kesejahteraan lebih dekat kepada orang-orang.
  7. COVID-19 menghambat perjalanan setiap negara menuju #HealthForAll.
  8. COVID-19 dan keadaan darurat kesehatan lainnya, krisis kemanusiaan dan iklim yang tumpang tindih, kendala ekonomi, dan perang, telah membuat perjalanan setiap negara ke #HealthForAll lebih mendesak.
  9. Kemajuan perlu dipercepat jika SDGs terkait kesehatan ingin dipenuhi.
Kami RS Ciremai Siap Mewujudkan Sehat Untuk Semua.🇮🇩
7 April 2023 Hari Kesehatan Dunia 
World Health Organization (WHO) tahun ini mengusung tema #Health for All# atau Sehat untuk Semua. merupakan momentum melihat kembali keberhasilan kesehatan masyarakat yang telah meningkatkan kualitas hidup selama tujuh dekade terakhir. Ini juga merupakan kesempatan memotivasi tindakan untuk mengatasi tantangan kesehatan hari ini dan di masa depan.
Terdapat beberapa pesan utama dari tema ini:
  1. Health for All menggambarkan bahwa semua orang memiliki kesehatan yang baik untuk kehidupan yang lebih baik di dunia yang damai, sejahtera, dan berkelanjutan.
  2. Hak atas kesehatan adalah hak asasi manusia.
  3. 30% dari populasi global tidak dapat mengakses layanan kesehatan penting.
  4. Hampir dua miliar orang menghadapi bencana atau mengeluarkan biaya kesehatan yang memiskinkan, dengan ketidak setaraan yang signifikan mempengaruhi mereka yang berada di lingkungan yang paling rentan.
  5. Cakupan kesehatan universal (UHC) menawarkan perlindungan finansial dan akses ke layanan penting yang berkualitas, mengangkat orang keluar dari kemiskinan, mempromosikan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, melindungi krisis kesehatan masyarakat, dan menggerakan menuju #HealthForAll.
  6. Bukti menunjukkan bahwa sistem kesehatan yang didukung oleh pendekatan perawatan kesehatan primer (PHC) adalah cara yang paling efektif dan hemat biaya untuk membawa layanan kesehatan dan kesejahteraan lebih dekat kepada orang-orang.
  7. COVID-19 menghambat perjalanan setiap negara menuju #HealthForAll.
  8. COVID-19 dan keadaan darurat kesehatan lainnya, krisis kemanusiaan dan iklim yang tumpang tindih, kendala ekonomi, dan perang, telah membuat perjalanan setiap negara ke #HealthForAll lebih mendesak.
  9. Kemajuan perlu dipercepat jika SDGs terkait kesehatan ingin dipenuhi.
Kami RS Ciremai Siap Mewujudkan Sehat Untuk Semua.🇮🇩

PENGERTIAN PENYEBAB GEJALA DIAGNOSIS PENGOBATAN KOMPLIKASI

PENGERTIAN PENYEBAB GEJALA DIAGNOSIS PENGOBATAN KOMPLIKASI

PENGERTIAN PENYEBAB GEJALA DIAGNOSIS PENGOBATAN KOMPLIKASI

Pengertian Thalasemia

Thalasemia adalah kelainan darah karena kurangnya hemoglobin (Hb) yang normal pada sel darah merah. Kelainan ini membuat penderitanya mengalami anemia atau kurang darah.

Thalasemia terjadi akibat kelainan genetik yang diturunkan. Artinya, kondisi ini sudah bisa terjadi sejak masa kanak-kanak. Umumnya, gejala awal yang akan muncul adalah gejala anemia, yang menimbulkan keluhan cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak napas.

Thalasemia perlu diwaspadai, terutama yang berat, karena dapat menyebabkan komplikasi berupa gagal jantung, pertumbuhan terhambat, gangguan hati, hingga kematian.

Penyebab dan Gejala Thalasemia

Thalasemia disebabkan oleh kelainan genetik yang memengaruhi produksi sel darah merah. Kelainan genetik ini diturunkan dari orang tua meski orang tua tersebut tidak mengalami gejala.

Penderita thalasemia akan mengalami anemia yang membuat penderitanya mudah lelah dan lemas. Gejala ini biasanya muncul pada 2 tahun pertama kehidupan. Akan tetapi, bagi penderita thalasemia ringan (minor), anemia mungkin tidak terjadi.

Waktu kemunculan dan tingkat keparahan gejala yang dialami penderita tergantung pada jenis thalasemia yang diderita. Pada thalasemia mayor, penderitanya akan merasakan gejala kurang darah yang berat. Kondisi ini dapat merusak organ tubuh, bahkan berujung pada kematian.

Pengobatan dan Pencegahan Thalasemia

Thalasemia adalah penyakit jangka panjang yang memerlukan perawatan seumur hidup. Penderita thalasemia perlu menjalani transfusi darah berulang untuk menambah sel darah yang kurang. Sedangkan pada penderita thalasemia berat, dokter akan menganjurkan prosedur transplantasi sumsum tulang.

Thalasemia tidak dapat dicegah, karena kelainan ini diturunkan secara genetik. Untuk mencegah agar thalasemia tidak menurun ke anak, pasangan yang akan menikah disarankan berkonsultasi dengan dokter, terutama bagi pasangan yang keluarganya menderita thalasemia.

Dokter akan melakukan pemeriksaan darah guna mengetahui adanya kelainan genetik yang bisa diturunkan kepada anak setelah menikah. Pada pasangan yang membawa gen thalasemia, dokter akan menganjurkan prosedur bayi tabung untuk mencegah thalasemia menurun kepada anak.

Pengertian Thalasemia

Thalasemia adalah kelainan darah karena kurangnya hemoglobin (Hb) yang normal pada sel darah merah. Kelainan ini membuat penderitanya mengalami anemia atau kurang darah.

Thalasemia terjadi akibat kelainan genetik yang diturunkan. Artinya, kondisi ini sudah bisa terjadi sejak masa kanak-kanak. Umumnya, gejala awal yang akan muncul adalah gejala anemia, yang menimbulkan keluhan cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak napas.

Thalasemia perlu diwaspadai, terutama yang berat, karena dapat menyebabkan komplikasi berupa gagal jantung, pertumbuhan terhambat, gangguan hati, hingga kematian.

Penyebab dan Gejala Thalasemia

Thalasemia disebabkan oleh kelainan genetik yang memengaruhi produksi sel darah merah. Kelainan genetik ini diturunkan dari orang tua meski orang tua tersebut tidak mengalami gejala.

Penderita thalasemia akan mengalami anemia yang membuat penderitanya mudah lelah dan lemas. Gejala ini biasanya muncul pada 2 tahun pertama kehidupan. Akan tetapi, bagi penderita thalasemia ringan (minor), anemia mungkin tidak terjadi.

Waktu kemunculan dan tingkat keparahan gejala yang dialami penderita tergantung pada jenis thalasemia yang diderita. Pada thalasemia mayor, penderitanya akan merasakan gejala kurang darah yang berat. Kondisi ini dapat merusak organ tubuh, bahkan berujung pada kematian.

Pengobatan dan Pencegahan Thalasemia

Thalasemia adalah penyakit jangka panjang yang memerlukan perawatan seumur hidup. Penderita thalasemia perlu menjalani transfusi darah berulang untuk menambah sel darah yang kurang. Sedangkan pada penderita thalasemia berat, dokter akan menganjurkan prosedur transplantasi sumsum tulang.

Thalasemia tidak dapat dicegah, karena kelainan ini diturunkan secara genetik. Untuk mencegah agar thalasemia tidak menurun ke anak, pasangan yang akan menikah disarankan berkonsultasi dengan dokter, terutama bagi pasangan yang keluarganya menderita thalasemia.

Dokter akan melakukan pemeriksaan darah guna mengetahui adanya kelainan genetik yang bisa diturunkan kepada anak setelah menikah. Pada pasangan yang membawa gen thalasemia, dokter akan menganjurkan prosedur bayi tabung untuk mencegah thalasemia menurun kepada anak.