RS Ciremai - Berat badan yang ideal merupakan impian setiap orang. Untuk mencapai berat badan yang ideal itu kita perlu mengetahui cara menghitung Indeks Massa Tubuh atau yang dikenal dengan BMI. Lantas, apa itu BMI dan bagaimana rumus menghitung BMI yang benar?
Apa itu BMI?
BMI atau
Body Mass Index merupakan indikator yang digunakan sebagai penentu massa tubuh kita ideal atau tidak. Dengan BMI ini, Sahabat Ciremai bisa mengetahui kategori berat badan, yakni kurus, normal, berat berlebih, atau bahkan obesitas.
WHO (
World Health Organization) mengatakan, hasil BMI yang tidak ideal akan meningkatkan risiko beberapa penyakit. Maka dari itu Sahabat Ciremai perlu mengetahui cara menghitung BMI guna mencegah atau meminimalkan kenaikan atau penurunan berat badan.
Penghitungan BMI ini dikembangkan oleh ilmuwan asal Belgia pada zaman
Renaisans bernama
Lambert Adolphe Jacques Quetelet selama abad ke-19.
Risiko Penyakit yang Ditimbulkan
Adapun risiko penyakit yang dapat timbul apabila berat badan berlebih atau obesitas yang perlu Sahabat Ciremai ketahui sebagai berikut:
- Diabetes tipe 2
- Penyakit jantung
- Stroke
- Sleep apnea
- Tekanan darah tinggi
- Penyakit hati
- Penyakit kantung empedu
- Kanker
- Konplikasi kehamilan
- Depresi
Cara Menghitung BMI
Cara menghitung BMI terbagi menjadi dua jenis berdasarkan pengukurannya, yakni pengukuran imperial dan metriks. Pengukuran imperial menggunakan satuan pound untuk berat badan dan inch untuk tinggi badan. Sedangkan pengukuran metriks menggunakan satuan kilogram untuk berat badan dan meter untuk tinggi badan.
Sebelum memulai pengukuran BMI, alangkah baiknya Sahabat Ciremai mengetahui tinggi dan berat badanmu terlebih dahulu. Jika belum mengetahui, Sahabat Ciremai bisa melakukan pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan.
Berikut ini adalah cara menghitung BMI menggunakan pengukuran imperial dan matriks.
Pengukuran imperial menggunakan pound (berat badan) dan inch (tinggi badan) karena pengukuran jenis ini lebih sering digunakan di Amerika Serikat.
Sahabat Ciremai dapat menghitung BMI menggunakan pengukuran imperial dengan rumus berat badan (pound) dikalikan dengan tinggi badan (inch) kuadrat, kemudian dikalikan dengan faktor konversi (703).
Rumus:
[{berat badan (pound) : (tinggi badan(inci)) kuadrat)} x 703] atau
[{berat badan (pound) : (tinggi badan(inci) x tinggi badan(inci))} x 703]
Sedangkan pengukuran matriks sering digunakan di Indonesia. Pengukuran jenis ini menggunakan satuan kilogram (berat badan) dan meter (tinggi badan).
Sahabat Ciremai pat menghitung BMI menggunakan pengukuran matriks dengan rumus sebagai berikut.
Rumus
[berat badan (kg) : (tinggi badan(m))kuadrat] atau
[berat badan (kg) : (tinggi badan (m) x tinggi badan (m))]
Kategori BMI
Berdasarkan WHO, kategori berat badan ideal untuk orang dewasa, baik pria maupun wanita, berdasarkan Indeks Massa Tubuh (BMI) dapat dikelompokkan sebagai berikut:
- Jika BMI kurang dari 18,5, itu menunjukkan berat badan yang kurang.
- Jika BMI berada dalam rentang 18,5 hingga 24,9, itu menunjukkan berat badan normal.
- Jika BMI berada dalam rentang 25 hingga 29,9, itu menunjukkan kelebihan berat badan.
- Jika BMI melebihi 30, itu menunjukkan obesitas.